Karawang (assahap.com), 23 Februari 2025 – Ditengah tantangan dunia pendidikan yang tidak sepi dari berbagai kabar problematiknya, seperti kasus antar siswa, guru dengan murid, isu kesejahteraan guru dan sebagainya.
Namun tidak kalah ramai juga kabar baiknya dunia pendidikan, Kali ini datang dari SD Integral Ummul Quro Hidayatullah Karawang yang kembali menyapa dengan kegiatan Market Day.
Berlangsung di Aula Tahfidz area kampus pesantren Hidayatullah Karawang, Gelaran tahunan ini mengusung konsep ajang pembelajaran ekonomi Islam yang dikemas dengan suasana pasar mini.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi bagi siswa dalam memahami konsep jual beli yang halal dan thayyib, tetapi juga membuka kesempatan bagi mereka untuk berinteraksi dengan pembeli dari berbagai kalangan.
Tidak hanya melibatkan siswa yang membuat Market Day kali ini lebih istimewa adalah partisipasi dari masyarakat sekitar serta kehadiran rombongan dari SDN Tegalsawah 1, termasuk kepala sekolah dan guru-guru mereka. Tentu saja kehadiran mereka ini menjadi pengalaman baru bagi siswa dalam bertransaksi dan melayani pelanggan yang lebih luas.
Mengawali dengan seremoni pembukaan acara Market Day, Rusman Abdillah, S.E Kepala SD Integral Ummul Quro, dalam sambutannya menekankan bahwa berdagang bukan sekadar transaksi jual beli, tetapi juga bagian dari ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar dan cara yang sesuai dengan ajaran Islam.
“Dalam Islam, semuanya bernilai ibadah, termasuk pembelajaran kita hari ini di Market Day. Berdagang adalah ibadah jika kita niatkan karena Allah dan mengikuti cara Rasulullah. Dalam berjualan, kita belajar menghadirkan barang dagangan yang halal dan thayyib, baik dalam cara membuatnya maupun menjualnya,” ujarnya.
Mengenalkan Ekonomi Islam dengan Dinar dan Dirham
Salah satu keunikan dalam Market Day kali ini adalah penggunaan Dinar dan Dirham dalam bentuk voucher sebagai alat transaksi. Sistem ini diperkenalkan untuk mengenalkan siswa pada konsep ekonomi Islam yang berbasis nilai.
“Dalam transaksi kali ini, kita belajar menggunakan Dinar dan Dirham sebagai pendekatan pembelajaran. Jika dalam bentuk aslinya, Dinar terbuat dari emas dan Dirham dari perak, maka di sini kami telah mendesainnya dalam bentuk voucher dengan nilai pecahan tertentu agar lebih mudah digunakan dan tujuan pembelajaran tercapai,” jelas kepala sekolah alumni STIE Hidayatullah Depok ini.
Dalam praktisnya di Market Day ini Dinar dan Dirham dikenalkan dalam bentuk voucher sebagai alat transaksi. Setiap produk telah dibanderol dengan nominal tertentu, dengan pecahan Dirham 1.000 – 4.000 dan Dinar 5.000 – 8.000.
Yeni Rahman, S.Kom Waka Kesiswaan SD Integral Ummul Quro menjelaskan setiap pembeli harus memiliki dinar dirham untuk ditukar dengan produk yang tersedia pada setiap stan penjual.
“Tentu saja kami menyediakan voucher dinar dirham ditempat penukaran yang telah kami persiapkan, dan setiap pembeli dibatasi untuk memiliki voucher dinar dirham senilai enam belas ribu rupiah” tegasnya.
Penggunaan sistem ini bertujuan untuk mengenalkan siswa memahami mekanisme transaksi kahasanah Islami serta nilai mata uang yang berbasis logam mulia.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya memahami cara berdagang, tetapi juga belajar bagaimana Islam kaya akan pengajaran sistem transaksi yang adil dan penuh berkah. Dengan sistem Dinar dan Dirham ini, mereka mengenalnya dengan konsep jual beli Islami,” pungkas Yeni sebagai pengampu program kerja kesiswaan menjelaskan .
Dalam praktiknya, siswa sangat antusias menjadi penjual maupun pembeli. Para penjual terlihat aktif menawarkan dagangan mereka dengan ramah, mempraktikkan cara promosi yang baik, serta memberikan penjelasan tentang produk mereka. Di sisi lain, pembeli dengan keterbatasan alat tukar belajar menyusun anggaran belanja mereka, membandingkan harga, serta memilih barang yang dibutuhkan.
“Saya menjual jus jeruk dan roti, harganya 4.000 Dirham. Kalau beli dua, jadi 8.000 Dirham,” ujar salah satu siswa yang berperan sebagai pedagang, sembari menunjukkan harga di label yang telah mereka buat.
“Aku tadi beli makanan pakai Dirham 2.000, masih sisa 3.000 Dirham, nanti aku mau beli gantungan kunci,” kata seorang siswa lain dengan wajah penuh semangat.

Meningkatkan Keberanian dan Keterampilan Sosial
Selain aspek ekonomi, Market Day juga menjadi ajang bagi siswa untuk melatih keterampilan sosial dan keberanian dalam berkomunikasi. Mereka belajar menawarkan produk dengan sopan, berinteraksi dengan pembeli, serta memahami bagaimana melayani pelanggan dengan baik.
Kehadiran masyarakat sekitar serta sekolah lain sebagai pembeli, semakin memperkaya pengalaman mereka dalam menghadapi pelanggan dari berbagai latar belakang.
Ketua pelaksana kegiatan, Lulu Rohamtul Ummah, S.Pd.I, menyoroti keberhasilan acara ini dalam memberikan pengalaman nyata bagi siswa dalam berdagang serta dalam mengelola keuangan sederhana.
“Alhamdulillah, total transaksi dalam bentuk voucher Dinar dan Dirham mencapai lebih dari 2 juta rupiah. Acara ini berjalan sesuai dengan rencana pembelajaran dan memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi anak-anak,” ujarnya.
Antusiasme Market Day juga dirasakan oleh para orang tua yang hadir. Mereka mengapresiasi metode pembelajaran yang diterapkan sekolah dalam membangun karakter dan keterampilan wirausaha sejak dini.
“Kegiatan ini sangat baik untuk melatih keberanian anak-anak dalam berbicara dan bertransaksi. Mereka belajar langsung bagaimana menghadapi pembeli, mengelola uang, serta bekerja sama dalam tim. Semoga ke depan semakin banyak inovasi seperti ini,” ujar salah satu orang tua siswa.
Masyarakat sekitar yang turut hadir juga merasakan manfaat dari acara ini. Seorang warga yang berkunjung menyatakan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga mempererat hubungan sekolah dengan lingkungan sekitar.
“Kami senang bisa ikut merasakan suasana Market Day ini. Selain melihat anak-anak belajar berdagang, kami juga bisa bersilaturahmi dengan guru dan sesama orang tua murid,” ujar seorang warga.
Sinergi dalam Pendidikan dan Silaturahmi
Market Day ini bukan hanya menjadi ajang pembelajaran ekonomi Islam, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara siswa, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar. Kehadiran berbagai pihak dalam acara ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis nilai Islam dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan semua pihak, termasuk para Asatidzah yang telah membimbing anak-anak dengan penuh kesabaran. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga tempat membangun karakter dan keterampilan hidup. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi anak-anak dalam menjalani kehidupan di masa depan,” pungkas kepala sekolah diakhir acara.
Sebagai sekolah yang berpegang pada visi Sekolah Dasar Bertauhid, Berkarakter, dan Unggul, serta budaya 4R (Rapih, Repeh, Regep, dan Rajin), SD Integral Ummul Quro terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan bernilai bagi generasi penerus dengan tetap menyenangkan.
Adanya kegiatan seperti Market Day, diharapkan siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat dan keterampilan hidup yang bermanfaat.
Sukses SD Integral Ummul Quro terus berkontribusi positif mewarnai dunia pendidikan tetap dijalurnya mendidik generasi masa depan.