Karawang (asahapp.com), 21 Maret 2025 – Suasana sore 21 Ramadhan 1446 H di halaman SD Integral Ummul Quro Hidayatullah Karawang terasa berbeda. Dalam naungan pepohonan yang rindang, puluhan siswa berseragam hijau duduk rapi berdampingan dengan para lansia dari Kampung Benggol, Desa Tegalsawah, Karawang Timur.
Kegiatan bakti sosial Ramadhan kali ini bukan sekadar berbagi paket sembako, melainkan pembelajaran bermakna yang memadukan akhlak, empati, dan kebersamaan.
Para lansia yang hadir disapa hangat dengan sebutan “ema dan abah”, sebuah panggilan penuh penghormatan dalam budaya setempat. Kepala Sekolah Rusman Abdillah dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran mereka.
Beliau menekankan bahwa keterlibatan ema dan abah merupakan bagian penting dari proses pembelajaran siswa, dan memberi nilai berkah yang istimewa dalam kegiatan ini.
“Tanpa kehadiran ema dan abah, tentu pembelajaran ini akan berbeda rasanya. Terima kasih, haturnuhun, karena telah memberikan pengalaman berharga bagi siswa kami. Inilah bentuk pembelajaran melalui media paket sembako, sejalan dengan tema Ramadhan: bahagia puasaku, mulia akhlakku, dan tema khusus bakti sosial: we learn, we care, we happy,” ucap beliau penuh semangat.
Beliau juga mengingatkan siswa bahwa proses belajar tidak terbatas pada ruang kelas. Kehidupan sehari-hari adalah tempat belajar yang luas, dan siapa saja bisa menjadi guru ketika membawa kebaikan.
“Belajar tidak hanya di kelas, dan guru tidak hanya yang berdiri di depan. Setiap waktu, setiap tempat, setiap orang yang membawa kebaikan, di situlah pembelajaran sejati senantiasa hadir, dan keahadiran ema dan abah disini adalah suatu kebaikan bagi berlangsungnya pembelajaran saat ini.” tambah Rusman Abdillah.
Ketua Yayasan Ummul Quro Hidayatullah Karawang, Rudi Safaat, SH., yang berkesempatan hadir dalam kegiatan ini dalam sambutannya menyampaikan pentingnya silaturahmi sebagai sarana meraih keberkahan, terutama di hari Jumat dan bulan Ramadhan, yang dikenal sebagai rajanya hari dan rajanya bulan.
“Kita bersyukur bisa bertemu, bersilaturahmi, bertaaruf dengan ema dan abah. Secara keseharian mungkin kita sering berpapasan sekilas namun pada kesempatan yang berkah ini kita bisa bertatap muka langsung dengan ema dan abah.” sambutnya.
Mengakhiri sambutannya Ustadz Rudi begitu biasa warga menyapa, mengunkapkan bahwa paket sembako dalam kegiatan ini berasal dari uang infak harian siswa-siswi SD Integral Ummul Quro yang memang menjadi pembelajaran dalam kegiatan sekolah.
“Alhamdulillah, perlu diketahui paket sembako yang terkumpul ini adalah uang infak harian para siswa yang terkumpul. terimakasih kepada guru dan orang tua wali ini adalah pembelajaran yang luar biasa mebiasaakan infak sedari dini. Kepada ema dan abah mohon diterima semoga berkah dan kami mohon doa restu agar kami dapat terus mengelola yayasan ini dengan amanah dan penuh berkah,“ pungkasnya.
Pada kesempatan lain lebih jauh, Waka Kesiswaan Ustadzah Yeni Rahman menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan buah dari kolaborasi orang tua siswa dan semangat siswa dalam berinfak harian. Dari infak subuh yang dilakukan setiap hari oleh siswa, terkumpul dana yang kemudian disalurkan untuk kegiatan sosial.
“Inilah hasil ikhtiar anak-anak dalam giat infak subuh harian. Dana dikumpulkan setiap bulan, lalu digunakan untuk kegiatan pembelajaran seperti hari ini. Terima kasih juga kepada ayah bunda wali siswa atas kerjasamanya,” terang Ustadzah Yeni dengan singkatnya.
Sementara itu, beberapa ema dan abah menyampaikan rasa bahagia mereka dengan sederhana namun menyentuh. Salah satu ema mengatakan, “Alhamdulillah senang bisa ke sekolah ini, melihat anak-anak baik dan ramah, semoga berkah untuk semua.” Seorang abah menambahkan, “Terima kasih sudah mengundang, kami senang bisa datang, mudah-mudahan ini jadi amal baik.”
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan hakiki bukan hanya soal akademik, tapi tentang menanamkan nilai-nilai kehidupan. Kehadiran ema dan abah menjadi pelengkap lingkungan belajar yang utuh—rumah, sekolah, dan masyarakat—sebagai pilar pendidikan yang senantiasa hadir dalam kehidupan siswa. Melalui interaksi ini, siswa belajar untuk menjadi insan yang berakhlak, peduli, dan siap berbagi kebahagiaan.(Abu daniah)