Karawang (asahapp.com), 23 Februari 2025 – Ada yang berbeda di SD Integral Ummul Quro hari itu. Aula Tahfidz yang biasanya dipenuhi lantunan ayat suci, kini berubah menjadi pasar mini yang meriah. Anak-anak berseragam rapi terlihat antusias di balik stan dagangan mereka, menawarkan berbagai produk dengan penuh percaya diri.
Ada yang menjual minuman segar, makanan ringan, hingga kerajinan tangan. Suara riuh tawar-menawar terdengar di seluruh sudut ruangan. Inilah Market Day, sebuah ajang pembelajaran ekonomi Islam yang dikemas dalam suasana menyenangkan.
Namun, yang membuat Market Day ini semakin unik adalah penggunaan Dinar dan Dirham dalam bentuk voucher sebagai alat tukar. Dengan sistem ini, siswa tidak hanya belajar berdagang, tetapi juga memahami konsep ekonomi Islam yang berbasis nilai dan keadilan.
Matematika dalam Setiap Transaksi
Salah satu pembelajaran utama yang didapat siswa dalam Market Day ini adalah pemahaman konsep matematika secara praktis. Mereka harus menghitung harga barang, menentukan jumlah kembalian, serta membuat strategi penjualan agar keuntungan maksimal.
“Saya jual satu cup jus jeruk seharga 4.000 Dirham. Kalau beli dua, jadi 8.000 Dirham,” ujar Nindy siswa kelas dua sambil dengan cekatan menghitung transaksi pembeli.
Pembeli pun tak kalah sibuk menghitung anggaran mereka. Dengan batasan kepemilikan voucher senilai 16.000 Rupiah, mereka harus menyusun strategi belanja dengan bijak. Apakah akan membeli satu barang mahal, atau beberapa barang yang lebih murah? Keputusan ini melatih kemampuan berpikir kritis dan perencanaan keuangan sejak dini.
Melatih Kepercayaan Diri dan Public Speaking
Bagi sebagian siswa, Market Day menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam melatih keberanian berbicara di depan umum. Mereka harus menarik perhatian calon pembeli, menjelaskan keunggulan produk mereka, serta meyakinkan orang lain untuk membeli dagangan mereka.

“Ayo beli-beli, Ini roti buatan sendiri, sehat enak! Harganya cuma 3.000 Dirham!” seru Fatih siswa kelas tiga dengan semangat.
Keterampilan public speaking ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Melalui Market Day, anak-anak belajar berbicara dengan percaya diri, menyampaikan informasi dengan jelas, serta menyesuaikan gaya komunikasi dengan pelanggan yang berbeda-beda.
Kerja Sama dan Keterampilan Sosial
Market Day juga mengajarkan siswa tentang pentingnya kerja sama tim. Setiap stan dijalankan oleh beberapa siswa yang memiliki peran masing-masing, seperti kasir, pelayan, dan juru promosi. Mereka harus bekerja sama agar stan mereka berjalan lancar.
“Ada teman bagian hitung uang, ada yang melayani pembeli, dan satu aku bagian promosi. Kita harus kerja cepat biar banyak yang beli!” semangat Amira siswa kelas lima dengan antusias.
Selain itu, interaksi dengan pembeli dari berbagai latar belakang—termasuk guru, orang tua, dan siswa dari sekolah lain—membantu anak-anak melatih keterampilan sosial mereka. Mereka belajar bagaimana menyapa pelanggan dengan ramah, menangani pertanyaan, serta menghadapi pembeli yang menawar harga.
Pembelajaran Interpersonal dan Manajemen Stres
Tak semua transaksi berjalan mulus. Ada siswa yang menghadapi pembeli yang ragu-ragu, ada juga yang harus menangani antrean panjang. Situasi ini mengajarkan mereka untuk tetap tenang di bawah tekanan, berpikir cepat dalam mengambil keputusan, serta menjaga kesabaran dalam melayani pelanggan.
Ustadzah Ita Noormalita dan Ustadzah Ummu Nisa El Mujahidah, guru yang memandu dan mengamati jalannya acara menuturkan, “Market Day ini luar biasa! Anak-anak tidak hanya belajar berdagang, tetapi juga belajar bagaimana menghadapi tantangan dengan sabar dan bijak.”
Membangun Jiwa Wirausaha Sejak Dini
Bagi sekolah, Market Day bukan hanya sekadar acara tahunan, tetapi juga bagian dari visi mereka dalam membentuk karakter siswa yang mandiri, berani, dan memiliki jiwa wirausaha. Dengan konsep ekonomi Islam yang diterapkan, anak-anak tidak hanya belajar mencari keuntungan, tetapi juga memahami nilai-nilai kejujuran, keberkahan, dan keadilan dalam berdagang.
Ketua pelaksana, Ustadzah Lulu Rohmatul Ummah, mengungkapkan rasa syukurnya atas suksesnya acara ini. Dengan total transaksi mencapai lebih dari 2 juta rupiah dalam bentuk voucher Dinar dan Dirham, Market Day tahun ini menjadi bukti bahwa siswa mampu mengaplikasikan ilmu yang mereka pelajari dengan baik.
“Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi anak-anak dalam kehidupan mereka ke depan. Kami ingin mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan berakhlak mulia,” tutupnya.
Market Day bukan hanya sekadar permainan jual beli, tetapi sebuah laboratorium nyata bagi anak-anak untuk belajar tentang kehidupan. Dari perhitungan matematika hingga komunikasi efektif, dari kerja tim hingga manajemen emosi—semua terlatih dalam suasana yang menyenangkan. Ini bukan hanya tentang dagangan yang terjual, tetapi juga tentang ilmu dan pengalaman yang tak ternilai harganya.(Abu Daniah)